‘Prisnsip-Prinsip Perancangan dalam Arsitektur’

Semuah aspek perancangan memberi reaksi terhadap satu dengan yang lainnya, sehingga semua masing-masing saling berhubungan. Bagaimanapun, ada baiknya mempertimbangkan beberapa tujuan dasar sebagai prinsip-prinsip perancangan.

Prinsip- Prinsip Perancangan Arsitektur tersebut  antara lain :
1)  Komposisi Visual, adalah perhubungan sintaksis dari bagian demi bagian dan tiap bagian kepada keseluruhan dipandang dari segi visual.
2)      Semantis, adalah akibat suatu perancangan terhadap pikiran pengamat atau pengungkapan ekspresi.
3)  Perhubungan yang luas antara perancangan dan perletakan pada suatu tempat dan waktu. Juga perhubungan langsungnya kepada ukuran manusia yang disebut besaran.
 
Setiap prinsip tersendiri mudah dipahami dan sederhana. Kesulitannya untuk arsitek adalah ia harus berusaha untuk memenuhi seluruh tujuan-tujuannya tanpa pengurangan kadar yang lain. Jadi nampaknya tidak ada pemecahan yang sempurna betul, kompromi merupakan suatu jalan tengah dan salah satu tugas terpenting lain bagi seorang arsitek adalah untuk menetapkan secara pasti prioritas-prioritas sesungguhnya pada tahap permulaan proses perancangan dan ia harus mampu mempertahankannya terus selama proses perancangan berlangsung.
   
Kesatuan
Prinsip kesatuan berkenaan dengan komposisi visual dalam perancangan. Komposisi dalam pengertian ini
diwujudkan oleh perhubungan antara elemen-elemen visual.
 
Elemen – Elemen kesatuan antara lain :

1)      Tekstur 
Tekstur tidak hanya meliputi permukaan yang halus atau kasar, tapi juga meliputi hiasan- hiasan dan ukiran. Dalam sebuah komposisi yang lebih besar atau sebuah perancangan dilihat pada jarak tertentu, elemen –elemen yang lebih besar dapat menimbulkan efek tekstur.

2)      Warna 
Warna dapat diuraikan lebih terperinci dengan suatu studi seperti pada system Munsell. Untuk maksud pembahasan sekarang hanya akan menunjukan semata- mata tentang corak warna tapi juga tidak melupakan karakteristik sekunder dari warna seperti: keterangan cahaya warnanya, kepadatan dan kejernihan warna yang dapat memperluas kemungkinan aneka ragam komposisi.

3)      Nada Warna 
Biasanya hal ini berkaitan dengan suatu bagian dari teori warna. Di dalam merancang komposisi, akan
ditemukan hal-hal tersebut dapat menolong dalam mempertimbangkan nada warna secara terpisah. Hal ini
memainkan peran penting dalam arsitektur seperti halnya dalam penggambaran yang kita gunakan untuk
melukiskan bangunan. 

4)      Pengarahan 
Setiap bangunan memiliki elemen yang mengesankan pengarahan. Pada kebanyakan bangunan terdapat banyak elemen- elemen kuat dalam arah vertikal dan horizontal oleh perwujudan bangunan sebagai suatu keseluruhan oleh bagian- bagiannya dan oleh komponen- komponen strukturnya, jendela- jendelanya dan bukaan – bukaan lainnya.

5)   Proporsi
Dalam arsitektur ini adalah perhubungan geometris dari sisi-sisi suatu segi empat dan isinya, juga rasio atau perbandingan dari bagian-bagian yang berbeda dalam sebuah komposisi.

6)      Padat dan Rongga
Efek yang nyata dari padat dan rongga merupakan hal yang istimewa dalam arsitektur. Hal tersebut ditimbulkan dari perhubungan antara bagian padat dan rongga-rongga dari jendela atau permukaan bidang lainnya, dan di bagian dalamnya dimana ruang-ruang terbentuk oleh penataan bahan-bahan padat yang mengitari sekelilingnya. Meskipun hal tersebut mencakup juga pengarahan dan proporsi, perhubungan ini merupakan suatu  elemen komposisi yang berbeda.

7)      Bentuk atau Wujud
Hal ini dapat dilihat dalam penataan keseluruhan dari sebuah bangunan ataupun dalam bagian – bagiannya dimana bagian-bagian ini memiliki bentuk-bentuk geometris yang mudah dikenal. Pengulangan ataupun variasi wujud (form) tertentu dapat dapat menimbulkan suatu elemen komposisi yang sangat kuat. Sementara bentuk (shape) dapat menyatakan pengertian proporsi atau pengarahan tetapi dapat juga menyatakan suatu karakteristik tersendiri yang timbul dari cara dimana kita dapat mengenali bentuk-bentuk yang berlainan.


sumber : ‘Prisnsip-Prinsip Perancangan dalam Arsitektur’, Kenneth Smithies, School of Architecture and Building Engineering University of Bath. Ahli Bahasa : Ir. Aris K. Onggodiutro. Penerbit : Intermedia Group, Bandung.

0 komentar:

Posting Komentar

Leave a Reply

Name (required)

Email Address (required)

Website