Kreatifitas Geometri

1. Penggalian Kreatifitas
Kreatifitas dapat diartikan sebagai proses akhir dari proses imajinasi yang berubah dari tahap konsep kepada tahap realisasi. Imajinasi berada dalam alam pikiran sementara kreatifitas berada pada alam membuat. Kreatifitas dipicu oleh hal yang bersifat tangible (yang dapat dinyatakan dan kuantitatif) dan intangible (yang tak dapat dinyatakan bahwa itu ada, irrasional). Kreatifitas berarsitektur dapat dilakukan dengan menggunakan ancangan ataupun olahan geometri sebagai pijakan dasar/sumber ide. Geometri beserta pengolahannya merupakan sumber kreatifitas yang tiada batas dalam kegiatan olah desain arsitektural (dalam pengertian sebagai unsur bentuk/ruang maupun rupa/bangun arsitektur, Anthony C. Antoniades; 1992). Geometri dapat digunakan sebagai bahan terhadap penggalian kreatifitas lewat penemuan asosiasi yang baru atau diletakkan sebagai penggugah kreasi baru (yang dalam prakteknya sangat terbantu oleh teknologi kontemporer misalnya penggunaan komputer CAD).

2. Geometri
Geometri merupakan bidang pengetahuan rasional (matematis) mengenai rupa dan bangun dari benda dan alam. Peranan geometri dapat disetarakan dengan matematika ataupun dengan bahasa sebagai alat berkomunikasi. Matematika adalah alat berkomunikasi melalui bilangan dan rumus. Bahasa adalah alat berkomunikasi dengan bunyi dan ujaran. Sedangkan geometri adalah alat berkomunikasi dengan menggunakan ‘rupa’ dan ‘bangun’ (non verbal communication). ‘Rupa’ adalah benda-benda geometri dalam keadaannya sebagai benda 2 (dua) dimensi sedangkan ‘bangun’ dalam keadaannya yang 3 (tiga) dimensi. Geometri memiliki unsur rinupa berupa garis/batang/sisi/rusuk dan bidang.

3.   Sejarah singkat Geometri
Kata Geometri berasal dari Bahasa Yunani (Greek) “geos” yang berarti bumi dan “metron” yang berarti ukuran. Nenek moyang orang Mesir, China, Babylonia, Romawi, dan Yunani menggunakan Geometri untuk keperluan survey, navigasi, astronomi dan sebagainya.
Bangsa Yunani telah menyusun secara sistematis fakta-fakta geometri yang telah ditemukan alasan-alasan logis dan saling keterkaitannya. Hasil karya tersebut ditulis oleh Thales (600 SM), Pythagoras (540 SM), Plato (390 SM), dan Aristoteles (350 SM) dalam bentuk sistemisasi fakta-fakta geometri yang dikumpulkan dalam karya Euclid “Geometry Elements” atau Unsur-unsur Geometri ditulis sekitar 325 SM. Tulisan ini telah digunakan lebih dari 2000 tahun.

4. Potensi Geometri dalam Kreatifitas Berarsitektur
Geometri berpotensi untuk diperlakukan sebagai bentuk awal, sebagai bentuk akhir ataupun sebagai bentuk awal yang akan mengalami pengolahan lebih lanjut menjadi bentuk akhir. Sebuah rancangan akan memiliki kualitas arsitektur yang tinggi bila mampu memberikan kesan yang mendalam. Kesan ini bisa tampil karena olahan geometri yang kreatif. (diskusi pembahasan ‘geometri’ dengan Ir.Hari Purnomo, M.Bdg.Sc., September 2000).

0 komentar:

Posting Komentar

Leave a Reply

Name (required)

Email Address (required)

Website