Aspek-aspek kesatuan menyatakan secara bersama kepada suatu pemuasan visual keseluruhan. Hal-hal itu tidaklah seharusnya dilihat sebagai sebuah daftar pemeriksaan tetapi sebaiknya sebagai sejumlah persyaratan-persyaratan yang satu sama yang lain saling berkaitan kepentingannya yang dimana sebagian dipengaruhi oleh pilihan pribadi dan juga oleh prinsip-prinsip perancangan lainnya. Aspek-aspek kesatuan adalah kepenguasaan/ penonjolan atau kesatuan diri, harmoni, vitalitas, atau daya hidup dan keseimbangan.
Aspek-aspek kesatuan antara lain :
1) Kepenguasaan / Penonjolan (Dominance)
Hal ini dapat ditimbulkan dengan efek sebuah warna, nada warna, ataupun tekstur yang kelihatannya lebih manonjol daripada elemen-elemen lain disekelilingnya. Suatu penonjolan pengarahan akan berarti bahwa unsur/ elemen horizontal lebih kuat secara gabungan daripada unsur vertikal ataupun sebaliknya.
2) Harmoni
Merupakan aspek berikutnya dari kesatuan. Harmoni warna dapat berarti apa yang ditampilkannya : Warna-warna yang dihubungkann dengan mendekatkan satu dengan yang lain dalam satu lingkaran warna coklat, emas, kuning, yang kesemuanya mendekati sektor warna kuning.
Harmoni tekstur dapat bararti semata-mata suatu kwalitas tekstur yang serasi walaupun efek tekstur lebih tegas dari bahan tertentu, juga ukiran kita dapat manghubungkan beberapa tekstur misalnya permukaan yang ditoreh sebagai menyerupai meskipun tak sama. Nada dapat serasi hanya dalam pengertian sama nilai-nilai nadanya.
Harmoni pada pengarahan dalam pengertian sederhana berarti sama arahnya. Dalam sebuah komposisi yang rumit, gaya-gaya pengarahan timbul dari sejumlah besar bahan-bahan dan komponen-komponen, meskipun ada ruang atau dinding di antaranya, dan kita harus mengukur dan menghubungkan efek-efek pengarah yang timbul oleh rancangan kita.
3) Vitalitas (Daya Hidup)
Efek ini ditimbulkan dari daya tarik, dan dalam rancangan visual, aspek kesatuan ini dicapai terutama, tetapi tidak selalu oleh kontras. Kontras warna ataupun tekstur, dari pengarahan atau proporsi antara padat dan rongga, semuanya dapat memberikan daya tarik dan daya hidup terhadap perancangan. Tapi sebagaimana halnya pada harmoni yang digunakan terlalu jauh dapat menyebabkan monoton. Juga kalau terlalu banyak kontras atau elemen-elemen kontrasnya akan merusak harmoni dan lebih condong untuk mengesankan keanekaragaman (pluralisme).
4) Keseimbangan
Aspek kesatuan yang terakhir adalah keseimbangan. Di dalam arsitektur pengertian keseimbangan ini bukanlah merupakan pengertian yang biasa dijumpai pada persyaratan untuk pergerakan benda-benda dibawah fungsi dan struktur, dibawah kestabilan, yang menghadapkan kita pada setidak-tidaknya pada keseimbangan massa. Meskipun begitu, suatu perancangan dapat nampak kurang seimbang walaupun aspek-aspek lain telah terpenuhi. Oleh karena itu maka sebaiknya kita mempertimbangkan segi keseimbangan ini sebagai tujuan tersendiri.
sumber : ‘Prisnsip-Prinsip Perancangan dalam Arsitektur’, Kenneth Smithies, School of Architecture and Building Engineering University of Bath. Ahli Bahasa : Ir. Aris K. Onggodiutro. Penerbit : Intermedia Group, Bandung.

0 komentar:
Posting Komentar
Leave a Reply
Name (required)
Email Address (required)
Website